Kali Pertama dengan Pram di Dia.Lo.Gue

Adventures, All about Indonesia

Processed with VSCO with  preset

Ini kali pertamanya aku mengunjungi Dia.Lo.Gue. Dari beberapa tahun terakhir, tempat itu sangat hits di kalangan anak muda. Terutama dengan tangga melayang yang ikonik yang menjadi tempat hampir semua orang berswafoto. Selfie sis! Buat feed Instagram!

Kali ini ada sesuatu yang berbeda dari tempat itu. Pameran ‘Namaku Pram’ lah yang membuatku tergelitik untuk pergi ke sana.

Processed with VSCO with  preset

 

Saat aku tiba di halaman depan Dia.Lo.Gue, aku melihat halaman depan gedung yang memang sudah sering ku lihat gambarnya di jaringan telusur internet. Logo 3 sisi wajah bersusun yang catchy di halaman itu tak luput dari tangkapan kameraku.

Ku langkahkan kaki masuk ke dalam gedung dan atmosfir artsy dengan dipenuhi pernak-pernik menyeruak. Itu adalah ruang art shop. Walau artsy, namun warna interior ruangannya cenderung warna netral sehingga tetap berkesan calm.

Di ujung ruangan ada sudut yang berbeda. Sepertinya di sanalah pameran yang ku tuju diadakan.

Processed with VSCO with  preset

“Antusias orang-orang 3 hari terakhir ini besar sekali, sampai 900 orang pengunjung,” cerita Mas Nugroho yang setia menyambut para tamu di garda terdepan pameran itu.

Well, memang seperti itulah antusias orang-orang akan sosok menakjubkan di balik karya-karyanya yang mendunia. Beliau adalah orang asli Indonesia. Aku dan orang-orang lainnya bangga akan pencapaiannya dan ingin mengetahui lebih dalam lagi perjalanan sosok Pramoedya Ananta Toer selama ia menuliskan kisah-kisah menakjubkan dengan tangan dan mesin ketiknya.

Processed with VSCO with  preset

Dan benar saja, kisahnya menuju kesuksesan hingga di akhir hayatnya sangatlah tak mudah. Bahkan sedari kecil. Pernah tak naik kelas hingga dimarahi besar ayahnya, diejek teman-temannya karena sudah bekerja mengembala saat kanak-kanak.

Walau keras dan kecewa, sebagai seorang ayah, ayah dari Pram masih memiliki sikap romantis untuk anaknya, yaitu mengajak berjalan-jalan dan menceritakan kisah pewayangan setelah selesai belajar bersama ayahnya.

Walau si kecil Pram sangat sedih diejek oleh teman-temannya, tetap ada sosok sang ibu yang penyayang dan bijak berkata padanya..

Pram, yang harus malu itu mereka, karena mereka takut pada kerja, kau kan kerja, semua orang yang bekerja itu mulia. Yang tidak bekerja itu tidak punya kemuliaan.”

Sampai pada seluruh kesedihan Pram menumpuk, pada akhirnya kegiatan menulis menjadi singgahannya untuk mencurahkan isi hati.

 

 

 

Aku belum pernah satu pun membaca karya-karya beliau, tapi aku sudah sangat sering mendengar hasil karya-karyanya yang patut dibaca. Banyak pula kutipan-kutipan kalimat (quotes) dari dalam buku beliau yang sudah menggaung dikutip oleh banyak orang.

 

 

Kalimat-kalimat beliau mengandung makna dan pesan mendalam.
Kalimat-kalimat beliau mengandung semangat yang tak pernah mau menyerah.
Kalimat-kalimat beliau mengandung kesedihan yang menyuarakan ketidakadilan.
Kalimat-kalimat beliau menginspirasi kita semua.

Pameran ‘Namaku Pram’ yang diadakan di Dia.Lo.Gue memberikanku kesan pertama yang istimewa akan sosok Pram. Mulai dari hubungannya dengan kedua orang tuanya hingga kalimat kutipan-kutipan beliau yang mengobarkan semangat untuk tak pernah berhenti berjuang.

Terima kasih untuk kisah-kisah yang telah engkau tinggalkan untuk kami, yang sudah dibuat dengan susah payah dan seluruh tenanga, berjuang untuk menyuarakannya agar semua dan generasi selanjutnya bisa belajar dari apa yang sudah kau tuliskan.

Sekali lagi, terima kasih.

Processed with VSCO with  preset

Advertisements

Sesuatu yang Lain dari Dunia yang Bukan Duniamu

#poem

Sabtu, 18 November 2017 pukul 21:22 WIB

 

Memasuki dunia yang bukan duniamu.
Ingin melihat dan mengapresiasi, namun takut.
Semua mengawasi.
Berharap sesuatu yang lain.
Bukan hanya sekadar melihat yang ditunggu.
Namun ada sesuatu yang lain yang diharapkan.

 

 

Ps.:

Listen it on my Soundcloud @vestianty

Tik Tok. Tik Tok.

#poem

Waktu yang telah berlalu tidak bisa berulang
Ia berjalan terus sesuai dengan porosnya
Tidak akan pernah terusik atau pun berhenti
Dalam keadaan kacau sekali pun, ritmenya terus bergerak
Mengantarkan manusia, hewan, dan alam pada masing-masing aktivitas mereka
Jika tiap individu dapat bergerak sesuai dengan ritme waktu, mereka akan menikmatinya
Jika luput akan waktu, mereka akan kesusahan
Dan akhirnya, terjatuh..

 

P.s: Listen it on here

Soundcloud @vestianty

Lost.

Thoughts

If you lose your focus and confident, find a thing that can make you laugh and smile immediately.

Then read your writings about your planning, what you want to do.

See again pictures that shows your optimism, strength and toughness.

You know you can make it cause you are a tough girl who ever through sour in tears many times and you come back again, stand tall.

Then smile..

Cause you deserve it and be proud to yourself.

Enjoy!

Moana vs. Coco

Movies, Thoughts

Couple weeks ago, me and my friend talked about Coco. We thought that was a good movie. It was a really good movie for me. But my friend told me that Disney made the same template again. My friend said that Moana also have culture of a society as a background, like Coco.

 

Sooo, I never watched Moana. I just saw it (online and free, haha!) and it’s very different with Coco.

Moana it’s a good movie. But the half of the first part was boring for me. They used the same story line like other movie used to, to make a topic about ‘Save and protect our nature!’ and also about believe in yourself. A village had a nature crisis and Moana had to do something to make everything on the place.

The culture behind the story of Moana was Polynesian culture who have a soul of sailing man, conquer the sea. I got this point but for me in this movie, that value just played as a background.

This movie also remind me about animals (because a chicken also was accompanied Moana in her journey. Also the grandma became a stingray!). Oftentimes I’m afraid to touch animals, even a pet. But I want to learn to love them. They’re beautiful and unique. Everything He made on this world are all unique and amazing. Good job!

And of course, nature. We have to make the ecosystem stable so we could live here peace and comfortable. Nature and all the living things are part of sustainable life. They support human’s life and they have rights to live their own life.

Speaking about rights, is there a rights for animals or plants?

If Moana about human with nature relationship, Coco was about human relationship.

From my perspective, Coco was also about tradition, Mexican tradition. The writer tried to combine Mexican family tradition to the relationship between inner family itself. And the main tool of relationship is communication. If there’s a little miss communication one to another, what would the story gonna be?

And the writer put this line story started from a kid who pursued his dream but his family not allowed him to do his dream. His dream was a curse for his entire family.

Music as the dream of the kid and humor added in this movie made its alive. Also with the great colorful and full of fantasy animation. I never know that life after death could be so alive like a normal life. But still, some strange things out of my mind like skeletons body after death and some of dead man had colorful animal bodyguards, which is I never thought that life after death could be like that. So full of imagination.

Yes! Moana and Coco has a cultural background for their stories. But for me, Coco made a good job to make Mexican culture more deeply involve in the story and full of imagination. From the story line, imagination and animation, I would give a trophy to Coco. Can’t say no more, all of those made Coco a great story. Awesome!

 

 

Ps.:

If you have any other thoughts about these both movies, please let me know! 😉