Tertahan

Thoughts

Aku pusing sekali.

Ingin melakukan sesuatu, namun pikiran-pikiran yang ada di kepalaku menahanku.

Aku harus tenang.

Aku bisa. Aku bisa meraih apa yang aku ingin capai.

 


 

Aku harus berlari kemana?

Banyak sekali yang ingin aku lakukan.

Namun seringkali terhalang.

Oleh diriku sendiri yang tertahan dalam kamarku.

Mereka tidak tahu.

Mereka tak mengerti.

Ku berlari keluar untuk mencari ketentraman.

Hijau dedaunan dan rintik-rintik hujan membuatku merasa lebih tenang.

Aku harus keluar.

Aku harus berekspresi.

Advertisements

Collapse

Adventures

Senangnya melihat Gong Yoo Ahjussi!! KYAA!ย ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜„๐Ÿ˜

 

Pagi ini adalah momen pertama kalinya aku mengalami kejadian lunglai karena kelelahan sehabis berolahraga. Sepertinya hampir pingsan.

Kemarin malam tidak makan dan pagi ini hanya meminum segelas air putih langsung pergi untuk berolahraga karena kemarinnya tidak banyak melakukan aktivitas dan tidur ๐Ÿ˜ฆ Awalnya nggak kenapa-kenapa saat aku melakukan aktivitas olahragaku. Namun saat aku berjalan menuju parkiran motor untuk pulang, di situ aku merasa sedikit ngilu badannya dan tidak kuat untuk berdiri. Aku bergegas mencari tempat di pinggiran untuk duduk dan menyandarkan diri ke tiang. Ini sepertinya karena aku tidak makan jadi seperti ini. Kemudian aku bangkit lagi, bergegas ke arah motorku karena ku pikir aku harus segera pulang. Setelah berjalan beberapa meter aku pun kembali goyah dan duduk di pinggiran. Badanku terasa tidak enak sekali dan aku merasa aku sakit. Aku pun sudah gelisah sekali dan lemas sekali di pinggir jalan namun tak ada satu pun orang yang lewat mencoba bertanya ‘Ada apa? Ada yang bisa dibantu?’ Saat itu berharap ada seseorang yang menolongku. Aku merasa sangat tidak berdaya dan langsung terpikir untuk mengadu kepada seseorang yang entah mengapa langsung dia yang ada dalam benakku.

Yak, tidak ada yang menolong dan aku harus berusaha sendiri untuk mencari pertolongan. Aku tidak bisa pulang sekarang karena tidak cukup kuat dan harus segera mencari orang yang bisa membantuku membelikan air putih dan roti. Aku pun kembali ke gerbang mall tempatku berolahraga karena di sana ada satpam yang pasti bisa menolongku dan jaraknya juga tidak terlalu jauh. Berusaha tegap berjalan namun sangat sangat.. lunglai dan kakiku tidak kuat berdiri. Pandanganku juga mulai kabur. Aku berjokok di tengah jalan untuk mengumpulkan energi kemudian aku berjalan lagi sampai akhirnya aku meminta bantuan pada pak satpam.

Aku langsung duduk di lantai dan bersenderan dengan mengaduh kesakitan. Akhirnya si pak satpam memanggil rekannya terlebih dahulu untuk berganti berjaga, sementara ia membelikan aku minuman dan roti. Sambil menunggu aku mengeluarkan baju cadangan dari tas untuk menutup wajahku. Aku mengaduh namun sambil menguap juga. ‘Haha!’ Aku tertawa dalam hati karena di saat kesakitan seperti ini aku masih saja sempat untuk menguap. Kakiku juga kesemutan jadi ku lepaslah sepatuku agar badanku lebih rileks.

Akhirnya banyak satpam yang berkumpul melihat keadaanku. Satu satpam menyarankanku untuk bangun dan beristirahat di pos basecamp mereka. Aku mencoba kuat untuk bangun dan mengikuti arah mereka pergi. Dalam masih keadaan lunglai aku berjalan sendiri namun ternyata tidak kuat dan aku berusaha menggapai satpam yang ada di depanku untuk mencari pegangan. Akhirnya aku dipapah, namun setelah berjalan beberapa meter aku kembali tidak kuat dan akhirnya berjongkok di tengah jalan.

Minuman dan rotiku akhirnya datang! Mereka menyarankan aku untuk bangun kembali, berpindah ke tempat yang adem dan tidak di tengah jalan. Aku mencoba berjalan kembali. Dan akhirnya aku duduk tergeletak di rumput dan menyeruput teh manis hangat yang diberikan padaku. Rasanya nikmat.. sekali. Aku juga diberikan roti tapi pada awalnya aku merasa ogah-ogahan untuk memakannya karena tidak selera untuk makan. Namun akhirnya aku memakannya juga sedikit demi sedikit.

Kemudian datanglah lagi sebuah kursi roda yang memang dari awal diniatkan oleh bapak-bapak satpam digunakan untuk membawaku ke basecamp mereka. Aku pun duduk di sana dan dibawa ke basecamp. Ini pertama kalinya aku menggunakan kursi roda!

Merasa agak kikuk dengan bapak-bapak satpam karena sudah dibuat repot olehku. Apalagi saat aku didorong dengan kursi roda. Dan pandanganku sudah tidak kabur lagi. Terima kasih telah menolongku!

Ayahku pun akhirnya datang dan kami makan bakso setelahnya.

 

Ini adalah pengalaman yang unik buatku karena sama sekali aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dan jadinya tahu bagaimana rasanya orang lemas kalau mau pingsan. Setidak berdaya itu dan semua badan lemas, lunglai.

Jadi.. Tidak boleh telat makan ATAU PUN tidak makan. Makan harus 3x sehari dan bergizi, yak!!!

Your Support is Everything..

Thoughts

My life much better now, really I am.

 

Akhir-akhir ini Metro TV menayangkan tayangan-tayangan yang bertemakan dimensia terkait dengan mempromosikan ajang Film Festival Eagle Awards yang mengangkat tema dimensia, suatu penyakit berkaitan dengan hilangnya ingatan. Penyakit ini biasa diidap oleh orang yang sudah tua berumur 60 tahunan ke atas. Dan hal ini tentu mengingatkan aku akan ibuku yang tahun ini sudah memasuki umur 63 tahun.

Cuplikan informasi yang ditayangkan oleh Metro TV juga memperlihatkan bagaiamana sosok penderita benar-benar lupa akan sesuatu. Bahkan pada fungsi kecap rasa manis, asam, dan asin mereka bisa lupa dan tidak merasakannya ketika diuji coba.

Kalau mamaku.. dia suka lupa menaruh barang di mana dan aku yang menjadi pengingatnya. Aku tidak tahu apakah ini termasuk gejala dimensia ringan atau bagaimana, tapi sepertinya ibuku belum sepikun orang-orang lain yang mengidap penyakit dimensia.

Dan semakin lama semakin hari wajah ibuku terlihat lesu dan tidak segar seperti dahulu. Atau mungkin sekarang sedang banyak yang dipikirkan jadi wajahnya terlihat kuyu. Aku pikir sepertinya begitu.

Aku sudah mulai beranjak dewasa, aku semakin mandiri. Aku semakin sibuk mengejar cita-cita dan pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Di sisi lain ibuku semakin menua, semakin lemah, dan sering sakit.

Ada saat di mana aku tetap ingin ibuku mandiri akan dirinya sendiri dan membiarkan ia melakukan segala sesuatu sendiri sehingga aku menjadi keras terhadapnya. Namun tetap saat aku sudah tidak dengan kegiatan dan aktivitasku, aku akan kembali untuk menemaninya di rumah (karena ia takut sendirian di rumah, hihi).

Namun, apabila tiba-tiba ibuku mengalami dimensia? Pada awalnya pasti aku tidak tahu harus berbuat apa dan pasti akan sangat merindukannya.

Mengalami penyakit dimensia atau tidak, ia ibuku tetap butuh perhatianku dan kasih sayang dari puterinya ini. Aku harap walau aku akan semakin sibuk nantinya, tetap ada waktu untuk memberi perhatian dan memberikan senyuman gemashhh padanya. Karena aku sering kali merasa gemas dengan tingkah ibuku, haha.

Berkaca dari hal ini, aku pun merefleksikan kejadian ini pada diriku sendiri. ย Dahulu aku sering menangis karena merasa tidak punya teman dan tidak bisa bergaul dengan baik dengan teman-teman sekelilingku. Aku memiliki ketakutan terhadap orang yang aku rasa dari segala sisi โ€˜lebihโ€™ dibanding dengan diriku. Dari segi psikologi, aku merasa depresi dan tertekan.

Namun untungnya kini aku memiliki lingkungan yang suportif dan mengerti akan diriku. Aku merasa sangat bersyukur. Dan pada akhirnya, aku bisa berekspresi lebih baik di lingkunganku.

Aku tidak akan pernah memahami mengenai hal ini jika aku tidak mengalaminya sendiri. Dan untungnya aku diberikan jalan keluarnya. Sehingga mulai saat ini, jika ada hal-hal psikologis seperti ini terjadi pada orang-orang sekelilingku, aku berusaha memahaminya dan memberikan semangat. Karena.. sadar atau tidak, setiap orang pasti ingin diberikan perhatian dan kasih sayang, agar tentunya dapat terus bersemangat dan tersenyum dalam hidupnya, dapat berkehidupan dengan baik.

Hi. Perkenalkan, ini aku.

Thoughts

Aku memang orang yang perasa sekali.

Namun aku harus bisa mengontrolnya agar aku bisa berinteraksi dengan orang banyak dengan lebih mudah.

Di satu sisi kelemahanku ini menjadi keuntungan bagiku.. karena aku bisa mengungkapkan persaanku dengan benar-benar tulus.. dan menuangkannya, merangkainya dalam kata-kata.

Agar perasaan ini bisa ku bagi dengan lainnya…

Pasca

Uncategorized

Banyak hal yang bergulat dalam benakku saat ku termenung. Namun jika aku sudah berada di depan buku catatanku, aku tidak tahu harus mulai menulis dari mana.

Hal-hal yang berputar dalam pikiranku bergerak lebih cepat dibandingkan tanganku. Dan untuk memproses mereka ke dalam sebuah tulisan, otakku mencerna kembali kata-kata dan kalimat apa yang sebaiknya kutulis.

Sehingga proses pemindahan ini agak sedikit lambat menurutku.

Aku lupa rasanya bagaimana terakhir kali aku patah hati. Saat itu awal kuliah. Dan sekarang aku merasakannya kembali. Sudah 1 tahun setengah lebih.

Saat rasa patah hati melanda sekarang ini, aku sempat merasa tidak aman dan nyaman terhadap lingkungan sekitarku. Insecurity. Hal tersebut juga dibarengi dengan rasa kesedihan. Pastinya saat aku mengalami hal ini lagi untuk pertama kali, rasa emosi sedih luar biasa melandaku dan aku tak henti-hentinya menangis, di mana pun.

Ada beberapa hal yang menjadi catatanku pada patah hati kali ini. Hal ini berkaitan dengan sikap dan sifatku. Tentu saja patah hati ini memberikan dampak positif juga bagiku untuk diriku mengarah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Hal itu di antaranya adalah aku yang terlalu perasa dan personal diri yang masih suka kaku dalam berinteraksi dengan orang lain. Hal tersebut sepertinya sudah ada lama dalam diriku dan sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Aku baru benar-benar menyadarinya dalam hubunganku yang terakhir ini. Ini tidak baik dan aku sedang berusaha untuk menjadi diriku yang lebih baik lagi hingga bisa sepenuhnya menjadi diriku, menjadi pribadi yang menarik dan dapat berteman dengan banyak orang.

From me to you:
Always be good there..

Say

Thoughts

Say..

Some of words need to be said to people
Some of words need to be said to friends
Some of words need to be said to our family
Some of words need to be said to someone we trust
And some of words only we can say on our mind

Need to.. Or can?

No. Not say. But tell

Say and tell

Share

It’s a need

I need that

You..

First Day, Monday.

All about Indonesia, Thoughts

I was so lazy to wake this morning. Like, holiday fever still dangled after me.

“Oh.. I’m tired with my job, I’m bored. Uh! Huhu still want a holiday…”

WAKE UP!

 

So, I woke up and prepared for my lunch. I was a lil bit worry about what time exactly the latest for me to go to chase my train. Holiday made me forget about work and all small things about it. So I moved and prepared all as fast as I can. The clock ticked by the time goes by.

Hup! I was on the train station and my train was about to come. I hope this train wouldn’t bring me to the lateness.

In the middle of way, my train was stuck. It’s about 30 minutes less in total the train stuck in couple of stations. Yeah, an inner-city train from Indonesia… Especially after a long holiday, sometimes they become slow like a snail. Then, every schedules will be delayed.

But, fortunately, I wasn’t late. Thank God! So I don’t have to pay a fine for my lateness, haha. And this is your first day after holiday and you were late? Hmm.. I prefer be on time for this.

When I was on the train and when I was on the road with my ‘ojek online’ to my office, the people and the vehicles were less then the daily routine the weekdays of work. Did you feel the same with me? I think these all workdays is not really effective in the first day, made me want to lose with all disappearing people too.

But, when I saw and met my friends in the office, I thought I change my mind. I would be died of boredom because I just stuck on my home, not meet with the people. And that was great in the office. Me and my friends also talk much about something beside our work. I got a new knowledge about calories and facts about healthy daily meal. Also.. now I can read and understand about nutrition facts in every food packaging! And the first word on ingredients in every food is the main of the whole ingredients of its food. That’s really good right? That now you could understand about what you eat and you’ll be a smart consumer. Right?

After all, this was a good day for me. One of my productive days!

But, how about you? Were you enjoyed your day?

 

Hope you all good there and.. see you then. Tchรผss! ๐Ÿ˜‰

 

Lebaran: Dahulu & Sekarang

All about Indonesia, Life, Thoughts

Bulan puasa benar-benar berlalu dengan sangat.. cepatnya.

Sangat cepat sekali tahun ini.

 

Pagi ini aku bangun siang di tengah yang lain berbondong-bondong shalat Idul Fitri bersama. Aku sedang berhalangan. Agak merasa kecewa dengan terpaksa aku melewati perhelatan shalat yang hanya sekali setahun ini.

Pssst! Di sisi lain, aku bahagia bisa bangun siang, hahaha.

Namun, semakin tahun, rasanya semakin klise perhelatan besar ini. Rasanya jadi biasa. Tidak seperti waktu dulu ketika kecil, hari raya besar ini terlihat megah dan semarak. Rasanya benar-benar beda sekali ketika zamanku kecil dulu. Dahulu lebih hangat rasanya.

Ayah ibu dan aku bersama tetangga lainnya dulu pernah berkeliling mengunjungi beberapa rumah tetangga lain untuk disinggahi hanya untuk bercengkrama bersama. Aku masih menjadi bocah cilik saat itu dan tidak tahu malu untuk menghabiskan kue-kue lebaran yang tersedia di meja. Dan juga sempat menjadi penyuguh kue cilik ke pengunjung lainnya padahal aku bukan tuan rumahnya.

Bagaimana dengan lebaranmu?

Sekarang dengan tetangga lainnya hanya berkumpul di tempat shalat, lalu bermaaf-maafan, setelah itu pulang ke rumah masing-masing dan menjalani kembali urusan masing-masing.

Hari ini ibuku terlihat cantik sekali, senang melihatnya. Beliau berdandan rapi dan mengenakan baju yang bagus.

Mulai dari tahun lalu, aku dan keluargaku kembali berkeliling lebaran dengan menggunakan mobil. Alhamdulillah sudah ada mobil lagi kembali, jadi lebaran tidak perlu lagi iring-iringan seperti geng motor, hihi.

Yang aku rindukan ketika berkeliling menggunakan mobil adalah kebersamaannya saat berada di dalamnya. Kalau dahulu aku berebut tempat duduk dengan kakak keduaku. Dia dan aku tidak ada yang mau mengalah. Namun pada akhirnya diputuskan aku duduk di tengah dengan di samping kanan ada ibuku. Ya, ibuku yang bila dalam perjalanan aku lelah, aku tidur di pangkuannya, hingga membuat banyak pulau iler.

Kalau kali ini yang cilik adalah keponakanku yang suka aku usili dan ajak main. Dia tidak rewel sepertiku untuk mengenai masalah tempat duduk. Dan tadi kita membeli cemilan di mini market dan memakannya bersama-sama selama dalam perjalanan. Serunya kalau bersama-sama.

DSC_1628

Lebaran juga merupakan sebuah presensi bagiku lho! Mempresensi saudara-saudaraku yang hadir berkumpul dan mencoba mengingat ingat kembali siapa nama mereka karena kami bertemu paling tidak setahun sekali saat momen lebaran. Hal ini menurutku yang paling lucu dari semua kejadian yang terjadi saat lebaran, hahaha.

Tapi pastinya semakin kita bertambah usia semakin banyak yang dihadapi mengenai perihal kedewasaan. Nah, di momen lebaran ini pun aku menggunakan kesempatan bercengkrama dengan saudaraku untuk memperbincangkan hal tersebut. Salah satunya adalah pekerjaan. Yaa.. karena dipancing juga dengan pertanyan, “Udah lulus? Kerja di mana sekarang?” Aku mulai mengobrol dengan saudaraku yang sudah memasuki dunia ini lebih dahulu dibandingkan denganku. Aku mencoba mencari tahu bidang pekerjaan lain yang ditekuni oleh saudaraku lainnya. Dan jawaban mereka beragam.

Semuanya menjalani hidup dan mencoba bertahan. Masing-masing memiliki jalannya sendiri. Semua kembali kepada diri kita bagaimana kita akan mengarungi hari-hari panjang ini dengan seperti apa. Kalau aku menginginkan petualangan yang seru, menegangkan, dan menyenangkan! ๐Ÿ˜€

Oh ya! Karena perhelatan akbar ini aku tidak mau merasa semakin biasa, akhirnya aku mencoba mengontak satu-satu teman terdekatku untuk bermaaf-maafan. Biasanya aku malas. Tapi kali ini aku ingin kembali menjalin kedekatan dengan teman-teman terdahuluku yang sempat ku hiraukan padahal mereka sering sekali peduli padaku. Tentunya aku menggunakan kata-kata yang tidak hanya asal copas, tapi juga kusematkan beberapa pesan khusus untuk mereka masing-masing. Masing-masing orang berbeda pesannya. Namun semoga pesannya benar-benar mereka rasakan tulus dari temannya yang kadang suka acuh tak acuh ini.

 

Selamat berlebaran! Minal aidin wal faizin!

Tchรผss! ๐Ÿ˜‰

Being Accepted

Life, Thoughts

Being accepted on my many groups of society is a little bit hard for me. Not because I’m not being my own self, but sometimes I hide myself from them..

 

Actually that means I’m not being myself too when I’m hiding myself (being quiet instead of talking). In fact, I love crowds and love to talk to many people. You know, I’m a proud extrovert. Haha.

I knew some of well known quotes about being yourself that we have to be ourselves when we interact with people. Those quotes trying to say not faking yourself to please others. Like Dave Pelzer once said “When you please others in hopes of being accepted, you lose you self-worth in the process.”

But I act seems like a strange weird quiet person is not because I hope other people accept me as that kind person. Moreover, I do not want to please people when I’m hiding the true of me. I’m hiding myself because sometimes I feel shy and afraid of some of people that make me small when I interact with them.

I talk and discuss here just want to say what is on my mind and this is not a small problem if this bother you all the time. I want to fix it and learn. I want to change it. And I think somewhere out there, there is a lot of people who have same problem with me, the lack of encouragement to talk to the people.

It is not about you are an extrovert or introvert person. It’s about we are not being a strange weird quiet person because we’re shy and afraid.

So here’s a little tips from me from my hypothesis of myself and from when I interact with my friends (I also learn how they interact with others then I’m trying to apply to myself) for us to be a good interact people on society:

  1. Be a down to earth person instead of sucks arrogant person. This is the first thing we have to change!
  2. Then confident about ourselves, about who we are. Find what’s really you love to doing. Know ourselves first, what you like, what you hate and what you love the most. It is important to know ourselves before we are starting to know others. If we are already known ourselves, then we will be confident about ourselves. We will be ready to interact with others.
  3. State what we think, our opinion instead of we just keep it on our mind. Don’t be afraid. We just have to say it calm and politely.
  4. ย “Asumsi itu membunuh.” Yes, assumption kill you. So, keep positive thinking with every single things on ahead. Don’t be overthinking.
  5. Be the one who have many experiences and knowledge. It will give us so many ideas for our work and for just a topic when we talk to a friend.
  6. And last but not least is care. “I follow three rules: Do the right thing, do the best you can, and always show people you care,” said Lou Holtz.

 

I hope those will be work for us to be more better and better us every single day. I still struggling and trying the best of myself from those tips. It’s not easy to change ourselves, but at least we are trying to be a better man.

Bye! See you later! ๐Ÿ˜‰

 

 

Hari Buku Nasional Indonesia :)

All about Indonesia

Tanggal 17 Mei hari ini diperingati sebagai hari buku nasional bagi negaraku, Indonesia. Peringatan ini membuatku teringat akan minat membaca anak-anak di Indonesia. Dan khususnya, belakangan ini diriku sedang terpikir akan anak-anak yang tidak bisa membaca, yaitu teman-teman kita yang tunanetra. Ingin sekali rasanya aku merekam suaraku bercerita dan membiarkan mereka menikmati mendengarkan ceritaku.

Hal tersebut terinspirasi oleh karena saat aku menulis tulisan untuk blog ku, aku sering membacanya berkali-kali dari awal untuk mengecek apakah yang ku tulis itu dari awal hingga akhir berkesinambungan. Antara paragraf satu dengan lainnya harus terkait dan tidak boleh terkesan kaku atau pun mengulang. Atau pun sekedar agar memberikan inspirasi bagi apa yang akan aku tulis di kalimat berikutnya. Dan kemudian terpikir mengapa tidak aku rekam saja suaraku untuk membagi cerita kepada teman-teman yang tidak bisa membaca?

Dan aku amat teramat sangat ingin tergabung dalam suatu komunitas yang dinamis dan aktif dalam perkembangan kawan-kawan kita yang difabel. Ingin..sekali rasanya.

Ku pun membuat post ku mengenai peringatan Hari Buku Nasionalย ini juga karena saat ini aku sedang ingin aktif-aktifnya berkarya lewat akun Instagram khusus karya-karya art & craft ku di @kendut_craft. Melalui akunku tersebut juga aku ingin membagikan ke semua orang apa yang ku sukai akan art & craft dan juga tak lupa untuk berbagi mengenai langkah-langkah cara membuat sesuatu, tips & trik mengenai craft, atau bahkan berbagi mengenai apa yang menjadi perhatianku, seperti minat membaca ini.

 

Selamat Hari Buku Nasional, wahai Indonesia.

Semoga dengan diperingatinya hari buku ini, minat membaca orang-orang bisa lebih meningkat. Dimulai dari diretaskannya angka buta huruf di Indonesia yang mencapai 5.984.075 orang dan mulai digalakan hal menarik dari membaca buku kepada orang-orang.

Kita sendiri pun bisa memulai dari orang-orang terdekat kita. Atau jika kamu memiliki keponakan adik yang masih kecil, jangan lupa untuk pendekatan dengannya dan mengajarinya cara membaca ๐Ÿ˜‰

Ayo membaca!!