First Day, Monday.

All about Indonesia, Thoughts

I was so lazy to wake this morning. Like, holiday fever still dangled after me.

“Oh.. I’m tired with my job, I’m bored. Uh! Huhu still want a holiday…”

WAKE UP!

 

So, I woke up and prepared for my lunch. I was a lil bit worry about what time exactly the latest for me to go to chase my train. Holiday made me forget about work and all small things about it. So I moved and prepared all as fast as I can. The clock ticked by the time goes by.

Hup! I was on the train station and my train was about to come. I hope this train wouldn’t bring me to the lateness.

In the middle of way, my train was stuck. It’s about 30 minutes less in total the train stuck in couple of stations. Yeah, an inner-city train from Indonesia… Especially after a long holiday, sometimes they become slow like a snail. Then, every schedules will be delayed.

But, fortunately, I wasn’t late. Thank God! So I don’t have to pay a fine for my lateness, haha. And this is your first day after holiday and you were late? Hmm.. I prefer be on time for this.

When I was on the train and when I was on the road with my ‘ojek online’ to my office, the people and the vehicles were less then the daily routine the weekdays of work. Did you feel the same with me? I think these all workdays is not really effective in the first day, made me want to lose with all disappearing people too.

But, when I saw and met my friends in the office, I thought I change my mind. I would be died of boredom because I just stuck on my home, not meet with the people. And that was great in the office. Me and my friends also talk much about something beside our work. I got a new knowledge about calories and facts about healthy daily meal. Also.. now I can read and understand about nutrition facts in every food packaging! And the first word on ingredients in every food is the main of the whole ingredients of its food. That’s really good right? That now you could understand about what you eat and you’ll be a smart consumer. Right?

After all, this was a good day for me. One of my productive days!

But, how about you? Were you enjoyed your day?

 

Hope you all good there and.. see you then. Tchüss! 😉

 

Advertisements

Lebaran: Dahulu & Sekarang

All about Indonesia, Life, Thoughts

Bulan puasa benar-benar berlalu dengan sangat.. cepatnya.

Sangat cepat sekali tahun ini.

 

Pagi ini aku bangun siang di tengah yang lain berbondong-bondong shalat Idul Fitri bersama. Aku sedang berhalangan. Agak merasa kecewa dengan terpaksa aku melewati perhelatan shalat yang hanya sekali setahun ini.

Pssst! Di sisi lain, aku bahagia bisa bangun siang, hahaha.

Namun, semakin tahun, rasanya semakin klise perhelatan besar ini. Rasanya jadi biasa. Tidak seperti waktu dulu ketika kecil, hari raya besar ini terlihat megah dan semarak. Rasanya benar-benar beda sekali ketika zamanku kecil dulu. Dahulu lebih hangat rasanya.

Ayah ibu dan aku bersama tetangga lainnya dulu pernah berkeliling mengunjungi beberapa rumah tetangga lain untuk disinggahi hanya untuk bercengkrama bersama. Aku masih menjadi bocah cilik saat itu dan tidak tahu malu untuk menghabiskan kue-kue lebaran yang tersedia di meja. Dan juga sempat menjadi penyuguh kue cilik ke pengunjung lainnya padahal aku bukan tuan rumahnya.

Bagaimana dengan lebaranmu?

Sekarang dengan tetangga lainnya hanya berkumpul di tempat shalat, lalu bermaaf-maafan, setelah itu pulang ke rumah masing-masing dan menjalani kembali urusan masing-masing.

Hari ini ibuku terlihat cantik sekali, senang melihatnya. Beliau berdandan rapi dan mengenakan baju yang bagus.

Mulai dari tahun lalu, aku dan keluargaku kembali berkeliling lebaran dengan menggunakan mobil. Alhamdulillah sudah ada mobil lagi kembali, jadi lebaran tidak perlu lagi iring-iringan seperti geng motor, hihi.

Yang aku rindukan ketika berkeliling menggunakan mobil adalah kebersamaannya saat berada di dalamnya. Kalau dahulu aku berebut tempat duduk dengan kakak keduaku. Dia dan aku tidak ada yang mau mengalah. Namun pada akhirnya diputuskan aku duduk di tengah dengan di samping kanan ada ibuku. Ya, ibuku yang bila dalam perjalanan aku lelah, aku tidur di pangkuannya, hingga membuat banyak pulau iler.

Kalau kali ini yang cilik adalah keponakanku yang suka aku usili dan ajak main. Dia tidak rewel sepertiku untuk mengenai masalah tempat duduk. Dan tadi kita membeli cemilan di mini market dan memakannya bersama-sama selama dalam perjalanan. Serunya kalau bersama-sama.

DSC_1628

Lebaran juga merupakan sebuah presensi bagiku lho! Mempresensi saudara-saudaraku yang hadir berkumpul dan mencoba mengingat ingat kembali siapa nama mereka karena kami bertemu paling tidak setahun sekali saat momen lebaran. Hal ini menurutku yang paling lucu dari semua kejadian yang terjadi saat lebaran, hahaha.

Tapi pastinya semakin kita bertambah usia semakin banyak yang dihadapi mengenai perihal kedewasaan. Nah, di momen lebaran ini pun aku menggunakan kesempatan bercengkrama dengan saudaraku untuk memperbincangkan hal tersebut. Salah satunya adalah pekerjaan. Yaa.. karena dipancing juga dengan pertanyan, “Udah lulus? Kerja di mana sekarang?” Aku mulai mengobrol dengan saudaraku yang sudah memasuki dunia ini lebih dahulu dibandingkan denganku. Aku mencoba mencari tahu bidang pekerjaan lain yang ditekuni oleh saudaraku lainnya. Dan jawaban mereka beragam.

Semuanya menjalani hidup dan mencoba bertahan. Masing-masing memiliki jalannya sendiri. Semua kembali kepada diri kita bagaimana kita akan mengarungi hari-hari panjang ini dengan seperti apa. Kalau aku menginginkan petualangan yang seru, menegangkan, dan menyenangkan! 😀

Oh ya! Karena perhelatan akbar ini aku tidak mau merasa semakin biasa, akhirnya aku mencoba mengontak satu-satu teman terdekatku untuk bermaaf-maafan. Biasanya aku malas. Tapi kali ini aku ingin kembali menjalin kedekatan dengan teman-teman terdahuluku yang sempat ku hiraukan padahal mereka sering sekali peduli padaku. Tentunya aku menggunakan kata-kata yang tidak hanya asal copas, tapi juga kusematkan beberapa pesan khusus untuk mereka masing-masing. Masing-masing orang berbeda pesannya. Namun semoga pesannya benar-benar mereka rasakan tulus dari temannya yang kadang suka acuh tak acuh ini.

 

Selamat berlebaran! Minal aidin wal faizin!

Tchüss! 😉

Hari Buku Nasional Indonesia :)

All about Indonesia

Tanggal 17 Mei hari ini diperingati sebagai hari buku nasional bagi negaraku, Indonesia. Peringatan ini membuatku teringat akan minat membaca anak-anak di Indonesia. Dan khususnya, belakangan ini diriku sedang terpikir akan anak-anak yang tidak bisa membaca, yaitu teman-teman kita yang tunanetra. Ingin sekali rasanya aku merekam suaraku bercerita dan membiarkan mereka menikmati mendengarkan ceritaku.

Hal tersebut terinspirasi oleh karena saat aku menulis tulisan untuk blog ku, aku sering membacanya berkali-kali dari awal untuk mengecek apakah yang ku tulis itu dari awal hingga akhir berkesinambungan. Antara paragraf satu dengan lainnya harus terkait dan tidak boleh terkesan kaku atau pun mengulang. Atau pun sekedar agar memberikan inspirasi bagi apa yang akan aku tulis di kalimat berikutnya. Dan kemudian terpikir mengapa tidak aku rekam saja suaraku untuk membagi cerita kepada teman-teman yang tidak bisa membaca?

Dan aku amat teramat sangat ingin tergabung dalam suatu komunitas yang dinamis dan aktif dalam perkembangan kawan-kawan kita yang difabel. Ingin..sekali rasanya.

Ku pun membuat post ku mengenai peringatan Hari Buku Nasional ini juga karena saat ini aku sedang ingin aktif-aktifnya berkarya lewat akun Instagram khusus karya-karya art & craft ku di @kendut_craft. Melalui akunku tersebut juga aku ingin membagikan ke semua orang apa yang ku sukai akan art & craft dan juga tak lupa untuk berbagi mengenai langkah-langkah cara membuat sesuatu, tips & trik mengenai craft, atau bahkan berbagi mengenai apa yang menjadi perhatianku, seperti minat membaca ini.

 

Selamat Hari Buku Nasional, wahai Indonesia.

Semoga dengan diperingatinya hari buku ini, minat membaca orang-orang bisa lebih meningkat. Dimulai dari diretaskannya angka buta huruf di Indonesia yang mencapai 5.984.075 orang dan mulai digalakan hal menarik dari membaca buku kepada orang-orang.

Kita sendiri pun bisa memulai dari orang-orang terdekat kita. Atau jika kamu memiliki keponakan adik yang masih kecil, jangan lupa untuk pendekatan dengannya dan mengajarinya cara membaca 😉

Ayo membaca!!

Extraordinary Snack!

Adventures, All about Indonesia

YEAAAAAHHHHHH!!!

Tonight I just made a song. It’s called ‘The Lonely is Sock’. Hahaha!

 

Never mind. Let’s continue to the point of what I wanna tell you here. Come! 😀

 

So last Sat afternoon, me accompanied two beautiful lady to go to Tn.Abang to buy a new daily sandals. It’s near to the evening actually so we were been in hurry and hoping the seller hadn’t yet closed their counter.

And thank God we were still got the new good one for us!

Our journey was not just end right there, but we continued to buy a snack! But actually it wasn’t just a snack, but our dinner. Extraordinary dinner! 

DSC_1039

 

Yeah, extraordinary. Can you imagine? Nasi uduk sprinkled with fried onions and fried traditional chicken. You could eat those also with sambal kacang, fried shrimp as sate, pete and was accompanied by es jeruk. Uh! So delicious! Nikmat!

That was the first time I ate there and I’m really happy could taste those delightful food.

After the long walking, hunt for sandals, es jeruk is the perfect cure for your tiredness of the day! Hahaha.

Done fulfilled your stomach, it’s time for relaxation. Let what things that went in through your mouth go down, down and down.

DSC_1043While my body was processing that, I loved watching the street right beside my table. Our warung makan is located in narrow street that quiet tightly enough for two side of cars go by. The dim light of the vehicles and the wind blowed softly.. really peaceful. I like that.

 

Unfortunately, the time had come for us to go home. But it was ended also with cute traditional ending. Guess what? We boarded a bajaj to take us to the train station. How lovely!

But the blue is more softer than the orange ya.. for the tremble 😂

 

 

P.s.

Warung makan: Nasi Uduk Ayam Goreng Babe H. Saman, Kebun Kacang

DSC_1047

Hi MEDAN!

Adventures, All about Indonesia, Uncategorized

Hai! Ini adalah cerita perjalananku mengunjungi Medan bulan lalu dari tanggal 9-16 Januari 2017.

 

Jadi aku sebelumnya sama sekali belum pernah ke medan. Ini adalah pengalaman kali pertamaku ke sana. Aku pergi ke sana karena kebetulan kantorku mengadakan acara di sana yang mengharuskan aku berada di sana juga. Karena aku suka jalan-jalan dan sangat suka sekali menjelajahi tempat baru dan tempat wisata di suatu kota, aku pun datang ke Medan dengan beberapa list tempat wisata yang sudah sebelumnya aku siapkan. Dengan bermodal ‘om Google‘ aku mencari lokasi-lokasi menarik yang wajib ku kunjungi saat ku berada di sana. Untungnya aku memiliki satu hari full time di mana aku bisa berjalan-jalan di tengah-tengah pekerjaan ku di sana.

Sesampaiku di Medan aku sangat excited dan bersemangat karena akhirnya sampai di Medan, dunia baru yang aku datangi selain Bandung dan Makassar, haha. Awal perjalanan dari bandara menuju pusat kota Medan nampak perkebunan kelapa sawit di sisi dan kanan jalan. Saat perjalanan itu pun di dalam mobil sang supir memutarkan lagu Melayu kesukaan orang Medan. Jadi terasa sekali aku benar-benar sedang di tempat lain selain Jakarta, tempatku beraktivitas sehari-hari.

 

Eksistensi Becak Metropolis di Medan

Sumber: http://bit.ly/2kmaN6I

Dan aku kaget ketika melihat ada ‘becak’ di Medan. Sebutan ‘becak’ di Medan sama saja dengan ‘bentor’ yang ada di Makassar. Kalau ‘becak’ di Jakarta adalah benar-benar becak, yaitu kendaraan yang didorong oleh sepeda dengan penumpang terletak di depan sepeda. Kalau bentor di Makassar adalah Becak Motor, yaitu becak yang didorong dengan motor, bukan sepeda. Namun becak-Medan dengan bentor walaupun sama-sama didorong oleh sebuah motor, ada sedikit perbedaan pada tampilan mereka. Kalau becak-Medan, motor berada di sisi samping dari badan becak sedangkan bentor berada di belakang sisi badan becak. Aku melihat itu unik. Berarti hampir masing-masing kota di Indonesia memiliki becak, becak ala mrk masing-masing. Belum hampir tepatnya si. Aku harus mengecek keberadaan becak di kota lainnya. 😀

 

dsc_0365

Saat aku sampai di pusat kota. Aku dan tim mampir untuk makan di Tip Top. Saat perjalanan menuju ke sana, sekitaran Tip Top aku lihat gaya bangunannya seperti di daerah Kota di Jakarta yang dulunya kebanyakan penduduk keturunan Tiongkok tinggal di sana. Dan saat aku memasuki restoran Tip Top, aku sangat jatuh cinta dengan arsitektur ‘jadul’ interior dari restoran tersebut. Buru-buru aku memotret dan merekam hal-hal unik yang berada di sana. Aku suka hal-hal yang berbau jadul dan vintage :3

Makanannya di Tip Top juga sangat enak menurutku. Nasi gorengnya rasanya pas, tdk terlalu asin. Es krimnya pun juga sangat ringan ketika terasa di mulut, jadi tidak gampang kenyang! Haha!

Setelah itu, esok harinya adalah hari di mana perjalanan wisataku dimulai. Dari list wisataku ada Istana Maimun, Tjong A Fie Mansion,  dan Masjid Raya Medan yang dlm waktu satu hari cukup untuk dijelajahi. Dengan mengandalkan ‘om Google‘ kembali, lebih tepatnya maps, aku memetakan lokasi mana yang aku kunjungi duluan berdasarkan jarak terdekat dari tempatku menginap. Kemudian yang menjadi tujuan pertamaku adalah Istana Maimun. Untungnya di Medan sudah ada ojek-online, yaitu Gojek yg bisa menjadi kendaraanku berwisata di Medan. Kalau saja tidak ada ojek online itu, mungkin aku akan mengandalkan kendaraan umum seperti angkot daripada taksi yang pastinya akan sangat memakan biaya. Kendaraan seperti angkot pun juga akan sangat ribet juga digunakan oleh seorang wisatawan dalam negeri yang baru pertama kali ke Medan dan sama sekali tidak tahu rute angkot di kota Medan. Untungnya pun kota Medan kecil, jadi menggunakan Gojek pun sangat murah, sangat menghemat kantong! Lagi pula, saat mengunjungi kota yang sama sekali belum pernah aku datangi, aku lebih memilih untuk menaiki motor untuk berkeliling. Lebih dekat jaraknya untuk melihat lebih dekat sekitar, lebih bisa mengeksplor lebih jauh dibanding di dalam mobil yg dihalangi oleh atap besi dan kaca jendela.

Saat aku sampai di Istana Maimun, excited sekali rasanya untuk segera mengeksplor isi dari istana tersebut. Bentuknya dari luar mirip masjid pada umumnya. Dengan kamera hpku yang juga ku hidupkan untuk merekam perjalananku di sana ke dalam bentuk video, aku pun mulai memasuki istana tersebut. Sebelum memasuki istana, seluruh pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki mereka. Hal tersebut tidak biasa dilakukan oleh tempat wisata lainnya. Mungkin karena istana ini awal hingga rajanya yang sekarang pemiliknya adalah pemeluk Islam yang kebiasaannya jika memasuki masjid atau rumah, melepas alas kaki. Tapi aku belum tau pasti.

 

dsc_0389

Ketika saat menaiki tangga masuk, aku disambut dengan alunan musik Melayu live yang merdu dan riang. Kaget sekaligus “wah, di sebuah istana yang menjadi museum ini ada live musik khas kerjaannya.” Sangat menarik dan belum pernah aku temui di museum lainnya. Orang-orang yang mendendangkan alunan lagu-lagu Melayu tersebut juga menggunakan baju adat khas Melayu. Alat-alat musik yang dimainkan pun juga alat musik tradisional yg memang khas Melayu. Benar-benar terasa sekali kebudayaannya. Di depan live musik tersebut juga tersedia tempat duduk agar pengunjung dapat menikmati irama lagu khas Melayu yang dimainkan dengan lebih rileks dan nyaman.

Setelah merasa cukup menikmati musik yang didendangkan, aku tertarik untuk masuk ke dalam istana tersebut. Apalagi ditambah banyak org yang berlalu lalang dengan mengenakan baju adat khas Melayu. Aku pikir “hari ini orang-orang penting istana lagi pada datang ya ke sini. Atau mereka adalah orang-orang istana?” Akhirnya aku pun masuk ke dalam dan melihat kemegahan interior suatu istana, dari atapnya yang penuh dilukisi dengan gambaran bunga di dalam segi enam dengan corak-corak menarik. Terdapat juga beberapa figura besar yang menunjukan potret dari orang-orang yang pernah berpengaruh dalam kerajaan tersebut. Dan akhirnya aku mengetahui darimana sumber baju-baju daerah yang dipakai hampir semua pengunjung di sana, yaitu adalah tempat penjual souvenir yang juga menyewakan baju daerah yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk berfoto, haha! Aku pun juga ikut mencoba menyewa baju daerah tersebut setelah aku berkeliling museum. Dan mencetak foto juga di sana! Menyewa baju daerah yang paling murah harganya 10k dan mencetak fotonya per lembar juga 10k. Senangnya harganya terjangkau, hihi.

Setelah puas melihat-lihat dan sedikit berfoto di sana, aku kemudian pergi mengunjungi Tjong A Fie Mansion. Biaya untuk masuk ke sana termasuk lumayan mahal sebesar 35k. Tapi hal itu sepadan dengan pengalaman yang ku dapatkan selama ku berkeliling di dalam sana. Setiap pengunjung/kelompok akan disiapkan tour guide yang akan membimbing pengunjung untuk dapat lebih mengenal tokoh di balik Tjong A Fie Mansion, yaitu ialah Tjong A Fie, seorang saudagar Tiongkok yang hijrah ke negeri Indonesia, tepatnya ke Medan. Keberadaannya di Medan berpengaruh besar dalam kemajuan kota tersebut yang akhirnya ia pun dikenal sebagai tokoh berjasa di sana. Dan mansion ini adalah tempat tinggalnya dahulu yg dijadikan museum untuk mengenang dirinya dan sejarahnya. Cucu dan cicitnya yang mengurus rumah tersebut kini.

 

This slideshow requires JavaScript.

Rumah tersebut benar-benar megah. Ada empat gaya perpaduan yang membangun bangunan tersebut, mulai dari gaya Eropa, Cina, Amerika, dan Indonesia. Perpaduan tersebut membuat rumah tersebut sangat cantik. Aku sangat senang sekali dengan halaman tengah rumah tersebut yg terbuka, sejuk.. sekali rasanya. Kalau kamu berkunjung ke Medan wajib ke sana bagi para pecinta sejarah dan arsitektur! 😉

 

dsc_0041

Setelah puas menyerap berbagai ilmu dan cerita, akhirnya aku pergi ke lokasi terakhir, yaitu Masjid Raya Medan. Di sana ternyata diwajibkan setiap wanitanya utk memakai hijab jika hendak masuk ke masjid tersebut. Jadi saat aku masuk melalui gerbang masjid, seorang wanita memberhentikan langkahku dan memberikanku selendang untuk aku kenakan sebagai hijab. Di sanaku sempatkan untuk salat dan beristirahat sejenak. Bersyukur dengan pengalaman menakjubkan yang kudapati hari itu.

Setelah selesai, akhirnya tujuan paling akhirku adalah ke tempat acara yang akan kantorku selenggarakan di Centre Poin untuk bertemu dengan beberapa orang.

Kantorku adalah sebuah kantor event organizer yang tiap tahun menyelenggarakan 5-7 bazaar setiap tahunnya ke kota-kota besar di Indonesia yang memiliki potensi untuk diadakan bazaar dengan tema tertentu yang menarik seperti di Jakarta. Dan pada setiap kami mengunjungi sebuah kota, kami merekrut beberapa kru untuk membantu acara kami terselenggara dengan baik. Begitu juga saat kami di Medan. Aku bertemu banyaak sekali teman baru. Berbagi pengalaman dan ilmu, bercanda tawa bersama. Namun aku awalnya agak minder dan asing dengan beberapa orang keturunan Tiongkok yang berbicara dengan bahasa Hokian (Hokkien), bahasa ‘Tiongkok’ – nya Medan, haha. Begitu juga dengan beberapa antar kru yang berbicara dengan bahasa tersebut. Aku bingung, hahaha.

Tapi secara keseluruhan Medan sangat menyenangkan. Berkunjung ke tempat wisata yang menarik kaya akan sejarah dan peninggalan terdahulunya dan juga bertemu dengan orang-orang baru yang akhirnya menjadi kawan. Sungguh pengalaman yg asyik!

Sampai bertemu lagi Medan! Tchüss! 🙂

Makassar I’m in Love

Adventures, All about Indonesia

Makassar is a hot and beautiful city located in South Sulawesi, Indonesia and was be my first city that I visited for the first time with my own effort through my job.

What? YES! I’m very excited about that and feel so proud of myself 😍

I love traveling and visit the place that I never went before. Especially Indonesia. I have the big dream that I want  to go to around every city in Indonesia and thank God I made it. I made my first move to go to Makassar.

salamaki-ka-battuanta1

When we are going to somewhere new, it’s always interesting to know more about the historical of the place that we’re going to. So when I was in Makassar I went to Pantai Losari and Benteng Ujung Pandang.

When you are in Pantai Losari, you could see many of big sign letters along the seashore. And there’s a lot of monuments there.

img_20160927_100752

Actually the seashore was transformed to be concrete floor. Till now I didn’t found any trusted historical information related to this transform. I felt a little bit sad when I figured it out that I couldn’t play with sand and little waves there 😦

The next one is Fort Rotterdam or you could called it Benteng Ujung Pandang.

It was Sultanate of Gowa who built this fort a long time ago. But when Netherlands came, they took control of this building, so the name of this fort became Fort Rotterdam.

dsc_0011

In this place, you could also go around to Museum La Galigo. This museum could tell you about the origin of Bugis tribe in Sulawesi. The numismatic and archaeological collections from this museum would tell you their stories too about Sulawesi Island.

And when you go travel to Makassar, don’t forget to try their wealth of various delicious tasty food. Yeah.. You have to try many famous food there like, pisang ijo, pisang epe, Bakmie Ujung Pandang, Sop Sodara, and anything else that I couldn’t tell you here cause there is so many! Haha! Those just the food that I ever tasted when I came to there. But so much more to try in the next trip. It’s a MUST! 😄

“Kota yang banyak orang bilang penduduknya keras dalam berkata dan perbuatan ini ternyata ramah dan baik hati terhadap saya yang terbilang orang Jakarta ini.

Dengan mencoba bergaul dan berbaur melalui logat mereka, kami bisa tertawa dan bercanda bersama.

Lingkungannya pun indah, meski di beberapa lokasi masih ada yang perlu diperbaiki agar lebih baik lagi dan ramah terhadap lingkungan.

Makanan-makanan yang tersedia di sini sangat menggoda lidah sehingga jadi ingin berlama-lama tinggal di sini untuk mencicipi kelezatannya..”

So, see you again Makassar!

p.s:

here’s the link of my video for you to look at during my trip in Makassar.

Go check it! (Makassar I’m in Love)

Another Corner of Jakarta

Adventures, All about Indonesia

So, yesterday I went to my friend’s house at Cempaka Putih, Central Jakarta with the train. I never went to her house with train and this was the second times I visited her house. And, “Let’s we try it!” I said it to myself. :3

Go anywhere with the train is very cheap and easy. I love it because the facilities of train in Jakarta are nicer now than the old times. So I took the train from Sudimara station and then got off from the train in Gang Sentiong station, the nearest station from my friend’s house.

Actually from Gang Sentiong station, I wanted took Gojek or Grab Bike. But when I booked, the driver was to far away from me and bla bla bla and etc. Too many excuses from driver so to shorten the time, I decided to just walk.

It took 38 minutes to go to my friend’s house from Gang Sentiong station (that was Google Maps said to me, hihi :p). And ABSOLUTELY I didn’t know where I was and I just counted on Google Maps to lead my way, haha! I trusted him. But, yeah, it would be really surprising me because I chose the ‘walk’ path on Google Maps. If you take ‘walk’ path on Google Maps, he really means it for the ‘walk’ path. Seriously. Cause he would show you the fastest way to get you to your destination, even that you have to through ‘gang sempit yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dari dua arah/motor satu arah‘ (narrow alleys).

The weather was so cool because the rain had stopped. Yesterday was rainy day because the rain started from 1 am to mid day. I loved it. Cause my skin didn’t have to meet with the sunlight and great temperatures to have a journey in the middle of crowd Jakarta.

For the first time I got insecure to walk with this path because I really didn’t know the situation and condition of this area. I’ve been very rarely there and that was the first time I walked around Cempaka Putih. But let’s get the adventure! Right? 😉

And these were my adventure.

IMG-20160618-WA0000 new

For the first time of my path, I interested to capture these things. These remain me of ‘becak’ (kind of cycle rickshaw but Indonesian version). After I took this picture, then something like a ‘becak’ passed in front of me but not with a cycle, but with motorcycle!

IMG_20160618_210053

This was cool. But I wonder why the glasses gone away, hmm..

IMG-20160618-WA0006 new

And yeah, this was the ‘gate’ for me to enter pasar (public market). I didn’t know that would be a pasar on my path.

IMG-20160618-WA0008 new

In this picture, I tried to take a picture of the barber shop. The barber shop looked so simple and the interior reminds me of jadul (old) era of Indonesia. I like jadul :3

The pasar crowd of people. There was a store that had large 1×2 m. But the unique of that store is the store full of people who wanted to see and go inside the store. There was a random line of queue to get in and someone stood by in front of the store. He spread his arms along the entry so people who not yet allow to come in couldn’t get in. But it was just an ordinary sandals and shoes store (as I saw from a distance). I was really amazed.

And there was a gold jewellery stores, colored snails, somebody who grilled chicken (damn! In the middle of fasting? Huh! :p)

DSC_0045 new

A nice beautiful house

DSC_0046 new

 

And those were my journey. Got lost in the middle of hectic, buildings and traffic of Jakarta. I just missed the different situation of my routine activities. And the jadul scenery of course. It is also really fun and challenging if you try to explore a new place with walking and accompanied by maps.

Let’s get more new adventures!

“Pesta Rakyat” at Ennichisai 2016!

All about Indonesia

Hey! This is about one of great festival in Jakarta, the annual event about Japanese culture in Little Tokyo. Check it out! :3

It was last week when all of the joyfulness and spirit made. Sat-Sun May 14-15th 2016. I was there on Saturday. I just had a meeting with my friends at Blok M Plaza. But before that day, couple days ago I heard about Ennichisai event for this year is gonna be held on that week. I never went to Ennichisai. I ever heard about this event 2 years ago, but I just thought that this festival just gonna be an ordinary other Japanese festival. There’s gonna be food, cosplayers, and many accessories related to Japan. Just the same thing.

But I was wrong. Totally wrong.

I watched the coolest Takio I ever saw, listened the easy going music, laughed together with the performers, felt amaze with the very great spirit from performers and their skills, found many new things that I never known before about Japanese culture, met new friends.. and also took a picture with the cute guy that was played Shamisen, uwaaaw (I told him that he was so cute, haha!)! I was very happy could be there on that night. It was full of spirit and joyfulness! The Japaneses who performed on the stage really gave their best for us. Their spirit, happiness, high quality skills, smiles.. They made me smile wider and wider. I couldn’t stop smiling. I was dancing with the rhythm they gave to us. They treated us like we are friends and really want us to celebrate this event together.

This is a prove that Japanese in Indonesia want to make good relationship with Indonesian and strengthen it through culture. Indonesian and me really enjoy Japanese culture and hopefully we, the Indonesian, can make the same event or more great event about Indonesian culture in Japan.

Hope I will see you guys again, next year! 😉

Pakoban 5: “Hajatan Komik Paling Yahud Seantero Tanah Pasundan”

All about Indonesia

Hai! Kali ini gue mau menulis dengan bahasa Indonesia ah, hihi. Did you guys know that I’m actually from Indonesia? My previous articles are in English because I tried to implement my English skill on writing. And I want you to know that I am Indonesian and I’m proud of it! 😉

Okeh, hihi. Balik lagi gue akan pakai bahasa Indonesia, dan sedikit-sedikit gue campur dengan bahasa Sunda euy! Haha. Karena gue akan menceritakan suatu event yang gue datangi di Bandung saat gue liburan panjang di sana, yaitu Pakoban! Ada yang taukah Pakoban itu acara apa? Naon iye teh?

Jadi, Pakoban itu adalah singkatan dari Pasar Komik Bandung. Gue baru tau banget kalo di Bandung ada acara semacam ini. Tahun ini acaranya diselenggarakan untuk kelima kalinya dan diadain dari tanggal 7-8 Mei 2016 di Braga Citywalk, Bandung. Awalnya ya gue pikir ini acara bakal biasa aja dan paling jualan manga yang hits dan semacamnya. Dan ternyata…

IMG-20160508-WA0005 new

IMG-20160508-WA0002 new

Buku-buku anak yang ceritanya terinspirasi dari kebudayaan Indonesia, terbitan penerbit Litara. Buku-buku dari penerbit tersebut tahun lalu berpartisipasi dalam acara internasional Frankfurt Book Fair 2015.

Merekalah isinya. Foto-foto di atas cuma segelintir tenant yang gue abadikan foto-fotonya. Tenant yang lainnya ada Kratoon, yaitu sebuah platform untuk animator Indonesia, seperti Si Juki, Hebring, Budi Man yang merupakan karakter animasi asli diproduksi oleh para animator di Indonesia. Karakternya lucu-lucu banget lagi dengan kisah-kisahnya yang jenaka. Coba kalian tonton deh. Pasti bakal terhibur banget dan kagum pastinya karena ternyata Indonesia bisa punya karakter animasi sendiri yang nggak kalah menariknya dengan karakter animasi Jepang. Memang sii beberapa karakter di atas memang terpengaruh dari animasi Jepang dan negara lainnya. Tapi tetep kita patut angkat 4 jempol untuk kehebatan mereka menciptakan karya yang kreatif untuk dapat dinikmati kita semua. 😀

Tenant lainnya ada yang menjual komik karangannya sendiri sekaligus aneka merchandise-nya, tenant yang menjual Kosmik, yaitu majalah komik yang isinya kompilasi komik-komik karangan komikus Indonesia, tenant yang jualan komik Pavlichenko, tenant kumpulan kreator stiker di LINE, tenant yang jualan board game jebolan kompetisi Gramedia tahun lalu, seperti Waroong Wars dan Pagelaran Yogyakarta yang ilustrasinya fenomena yang Indonesia banget dan masing-masing permainannya punya rules tersendiri untuk memainkannya, tenant yang memberikan jasa pembuatan sketsa juga. Pokoknya banyak banget deh. Nggak nyangka dunia animasi dan ilustrasi di Indonesia sebegitu besarnya sekarang.

Jujur, gue sama sekali buta dengan kondisi animasi di Indonesia. Dateng ke sini tuh membuat gue sadar bahwa banyak banget lho animator, komikus, dan ilustrator di Indonesia yang karyanya patut banget diberikan ruang untuk kita berikan apresiasi tinggi. Dengan gue menulis artikel ini, gue berharap nama-nama mereka terus tergaung di dunia maya ini hingga terdekteksi oleh orang-orang belahan dunia lainnya. Hidup ilustrator, komikus, dan animator Indonesia! #Indonesiabangga 😀

I am Indonesian and I’m proud of it!