Apa yang Kamu Lakukan Saat di Kereta?

Adventures, All about Indonesia, Life, Thoughts

Termenung di dalam kereta yang menyesakkan di pagi hari itu bisa menyenangkan.

Momen di mana sunyi menghinggapi perjalanan panjang berangkat bekerja.

Memperhatikan jalanan dan aktivitas pagi hari para pegiat di pagi hari dari kaca jendela kereta.

Mengikuti dan menyusuri arah ujung dari suatu jalan yang berada tepat di sisi jalur kereta. “Ke mana kah ujung akhir dari jalan itu?” Sesekali dalam benak bertanya dengan gemas karena keingintahuan.

Juga nampak taman dan lahan-lahan kosong yang ditumbuhi oleh banyak pepohonan.

Matahari pun turut memeriahkan pagi dengan sinarnya hingga pagi terasa bersinar.

 

Atau bahkan teringat akan momen pagi hari sebelum berangkat bekerja.

Keributan pagi hari saat siap-siap untuk bekerja. Ada Mama yang memasak. Namun kemudian ada yang akhirnya jadi marah-marah karena suatu hal sepele. Ada yang mengambek dan jadinya tidak bawa bekal. Ada yang tidak banyak berkata namun berpikir dan menyimpannya dalam benak dan hati sendiri.

“Aku seharusnya tadi bertindak begini ya saat mama sedang kesal tadi,” pikirku memikirkan suatu tindakan yang lebih baik dibanding mengambek dan acuh tak acuh.

 

Dan juga memikirkan hal manis..

Memikirkan dia dan mengkhayal menghabiskan waktu dengannya.

Juga memikirkan mimpi-mimpi yang ingin diraih. Memikirkan dan merencanakan langkah-langkah yang akan diambil dalam rangka mewujudkan yang dicita-citakan.

 

Saat akhirnya kereta sampai di stasiun terakhir yang menjadi tujuan hampir dari seluruh penumpang, jarak antara penumpang satu dengan lainnya yang memang sedari awal sudah menempel menjadi semakin menempel dan ada tekanan yang condong ke satu arah.

Pintu. Pintu untuk keluar dari kereta.

Semua bersiap untuk segera keluar duluan.. fokus kembali.. dan yak! Siap memulai petualangan kerja masing-masing.

Advertisements

Lebaran: Dahulu & Sekarang

All about Indonesia, Life, Thoughts

Bulan puasa benar-benar berlalu dengan sangat.. cepatnya.

Sangat cepat sekali tahun ini.

 

Pagi ini aku bangun siang di tengah yang lain berbondong-bondong shalat Idul Fitri bersama. Aku sedang berhalangan. Agak merasa kecewa dengan terpaksa aku melewati perhelatan shalat yang hanya sekali setahun ini.

Pssst! Di sisi lain, aku bahagia bisa bangun siang, hahaha.

Namun, semakin tahun, rasanya semakin klise perhelatan besar ini. Rasanya jadi biasa. Tidak seperti waktu dulu ketika kecil, hari raya besar ini terlihat megah dan semarak. Rasanya benar-benar beda sekali ketika zamanku kecil dulu. Dahulu lebih hangat rasanya.

Ayah ibu dan aku bersama tetangga lainnya dulu pernah berkeliling mengunjungi beberapa rumah tetangga lain untuk disinggahi hanya untuk bercengkrama bersama. Aku masih menjadi bocah cilik saat itu dan tidak tahu malu untuk menghabiskan kue-kue lebaran yang tersedia di meja. Dan juga sempat menjadi penyuguh kue cilik ke pengunjung lainnya padahal aku bukan tuan rumahnya.

Bagaimana dengan lebaranmu?

Sekarang dengan tetangga lainnya hanya berkumpul di tempat shalat, lalu bermaaf-maafan, setelah itu pulang ke rumah masing-masing dan menjalani kembali urusan masing-masing.

Hari ini ibuku terlihat cantik sekali, senang melihatnya. Beliau berdandan rapi dan mengenakan baju yang bagus.

Mulai dari tahun lalu, aku dan keluargaku kembali berkeliling lebaran dengan menggunakan mobil. Alhamdulillah sudah ada mobil lagi kembali, jadi lebaran tidak perlu lagi iring-iringan seperti geng motor, hihi.

Yang aku rindukan ketika berkeliling menggunakan mobil adalah kebersamaannya saat berada di dalamnya. Kalau dahulu aku berebut tempat duduk dengan kakak keduaku. Dia dan aku tidak ada yang mau mengalah. Namun pada akhirnya diputuskan aku duduk di tengah dengan di samping kanan ada ibuku. Ya, ibuku yang bila dalam perjalanan aku lelah, aku tidur di pangkuannya, hingga membuat banyak pulau iler.

Kalau kali ini yang cilik adalah keponakanku yang suka aku usili dan ajak main. Dia tidak rewel sepertiku untuk mengenai masalah tempat duduk. Dan tadi kita membeli cemilan di mini market dan memakannya bersama-sama selama dalam perjalanan. Serunya kalau bersama-sama.

DSC_1628

Lebaran juga merupakan sebuah presensi bagiku lho! Mempresensi saudara-saudaraku yang hadir berkumpul dan mencoba mengingat ingat kembali siapa nama mereka karena kami bertemu paling tidak setahun sekali saat momen lebaran. Hal ini menurutku yang paling lucu dari semua kejadian yang terjadi saat lebaran, hahaha.

Tapi pastinya semakin kita bertambah usia semakin banyak yang dihadapi mengenai perihal kedewasaan. Nah, di momen lebaran ini pun aku menggunakan kesempatan bercengkrama dengan saudaraku untuk memperbincangkan hal tersebut. Salah satunya adalah pekerjaan. Yaa.. karena dipancing juga dengan pertanyan, “Udah lulus? Kerja di mana sekarang?” Aku mulai mengobrol dengan saudaraku yang sudah memasuki dunia ini lebih dahulu dibandingkan denganku. Aku mencoba mencari tahu bidang pekerjaan lain yang ditekuni oleh saudaraku lainnya. Dan jawaban mereka beragam.

Semuanya menjalani hidup dan mencoba bertahan. Masing-masing memiliki jalannya sendiri. Semua kembali kepada diri kita bagaimana kita akan mengarungi hari-hari panjang ini dengan seperti apa. Kalau aku menginginkan petualangan yang seru, menegangkan, dan menyenangkan! πŸ˜€

Oh ya! Karena perhelatan akbar ini aku tidak mau merasa semakin biasa, akhirnya aku mencoba mengontak satu-satu teman terdekatku untuk bermaaf-maafan. Biasanya aku malas. Tapi kali ini aku ingin kembali menjalin kedekatan dengan teman-teman terdahuluku yang sempat ku hiraukan padahal mereka sering sekali peduli padaku. Tentunya aku menggunakan kata-kata yang tidak hanya asal copas, tapi juga kusematkan beberapa pesan khusus untuk mereka masing-masing. Masing-masing orang berbeda pesannya. Namun semoga pesannya benar-benar mereka rasakan tulus dari temannya yang kadang suka acuh tak acuh ini.

 

Selamat berlebaran! Minal aidin wal faizin!

TchΓΌss! πŸ˜‰

Being Accepted

Life, Thoughts

Being accepted on my many groups of society is a little bit hard for me. Not because I’m not being my own self, but sometimes I hide myself from them..

 

Actually that means I’m not being myself too when I’m hiding myself (being quiet instead of talking). In fact, I love crowds and love to talk to many people. You know, I’m a proud extrovert. Haha.

I knew some of well known quotes about being yourself that we have to be ourselves when we interact with people. Those quotes trying to say not faking yourself to please others. Like Dave Pelzer once said “When you please others in hopes of being accepted, you lose you self-worth in the process.”

But I act seems like a strange weird quiet person is not because I hope other people accept me as that kind person. Moreover, I do not want to please people when I’m hiding the true of me. I’m hiding myself because sometimes I feel shy and afraid of some of people that make me small when I interact with them.

I talk and discuss here just want to say what is on my mind and this is not a small problem if this bother you all the time. I want to fix it and learn. I want to change it. And I think somewhere out there, there is a lot of people who have same problem with me, the lack of encouragement to talk to the people.

It is not about you are an extrovert or introvert person. It’s about we are not being a strange weird quiet person because we’re shy and afraid.

So here’s a little tips from me from my hypothesis of myself and from when I interact with my friends (I also learn how they interact with others then I’m trying to apply to myself) for us to be a good interact people on society:

  1. Be a down to earth person instead of sucks arrogant person. This is the first thing we have to change!
  2. Then confident about ourselves, about who we are. Find what’s really you love to doing. Know ourselves first, what you like, what you hate and what you love the most. It is important to know ourselves before we are starting to know others. If we are already known ourselves, then we will be confident about ourselves. We will be ready to interact with others.
  3. State what we think, our opinion instead of we just keep it on our mind. Don’t be afraid. We just have to say it calm and politely.
  4. Β “Asumsi itu membunuh.” Yes, assumption kill you. So, keep positive thinking with every single things on ahead. Don’t be overthinking.
  5. Be the one who have many experiences and knowledge. It will give us so many ideas for our work and for just a topic when we talk to a friend.
  6. And last but not least is care. “I follow three rules: Do the right thing, do the best you can, and always show people you care,” said Lou Holtz.

 

I hope those will be work for us to be more better and better us every single day. I still struggling and trying the best of myself from those tips. It’s not easy to change ourselves, but at least we are trying to be a better man.

Bye! See you later! πŸ˜‰

 

 

Aging

Life, Thoughts

This year I’m going to 24th. It’s so fast and a lil bit spooky for me.. because I think my youth era will be over. I’m afraid being old. Wrinkled and everybody gonna call you ma’am or aunt. Are you guys feel the same with what I feel right now?

In other case, my generation and me now are the newbie in the world of work. For the first time we are so gambling whose company will accept our application. We try as many as we could apply to hundred of employers. Who’s lucky, will get the good job so quickly.

For me, it is not easy to find the right place for me. I ever worked in 4 companies who are running in different field. I did those in 9 months and feel hopeless at that time with this work zone cause I didn’t feel comfort. Each company that I’ve ever worked has different minus that made me moved out. But of course, there’s still positives that I could learn from them. Then, thank God finally I got the good one πŸ™‚

When we work at a company, as an employee we will work individual and in a team. In my work now, I learn a lot of things from my team. I think it’s really great if you’re work in a team. We interact, learn to know each other, find the solution together, sharing, laugh together, try something new and funny together, we work together as a team, help each other, and of course.. a lot of foods, haha!

Yes, sometimes there must be come argument and resentful. But all of these good and bad make us learn more about ourselves and try to fix and be better man. This is what I feel about work zone and makes me not a stiff man no more.

Yeah. I ever be a stiff man who is too touchy and resentful, not a good man to make interesting conversations with somebody, boring, shy and sheepish, stutter…

That was really sad, really really sad. I felt sad to myself. But at that time I didn’t know what to do.

Those was me. But now I think I’m better πŸ˜€

And after I graduated from German Studies in 2015, I just realize I love craft. So I think I need to study again, learn about design.

I also not really much do traveling till this time. I want to travel all of places in the world, and I pray I could do this when I still have time.

And last but not least, MARRIAGE! God help.. 😦

When I was a teenager, I couldn’t wait to get married, get a lot of cute children, taking care of them, loving my partner.. Oh gosh. Now I’m single, yeaah.. haha. And I still wanna chase many things. And my savings is not enough and not ready yet for it. But I have to face it, soon or later. And yeah I want to get married before my age at 30. YES! Wish me luck to get the nice and great one! Yippy!

 

 

Couple days ago I asked my friend how does it feel when you are 27th, and she said “Oh 27th, ok.” She’s not afraid or worry no more.