Lost.

Thoughts

If you lose your focus and confident, find a thing that can make you laugh and smile immediately.

Then read your writings about your planning, what you want to do.

See again pictures that shows your optimism, strength and toughness.

You know you can make it cause you are a tough girl who ever through sour in tears many times and you come back again, stand tall.

Then smile..

Cause you deserve it and be proud to yourself.

Enjoy!

Advertisements

Moana vs. Coco

Movies, Thoughts

Couple weeks ago, me and my friend talked about Coco. We thought that was a good movie. It was a really good movie for me. But my friend told me that Disney made the same template again. My friend said that Moana also have culture of a society as a background, like Coco.

 

Sooo, I never watched Moana. I just saw it (online and free, haha!) and it’s very different with Coco.

Moana it’s a good movie. But the half of the first part was boring for me. They used the same story line like other movie used to, to make a topic about ‘Save and protect our nature!’ and also about believe in yourself. A village had a nature crisis and Moana had to do something to make everything on the place.

The culture behind the story of Moana was Polynesian culture who have a soul of sailing man, conquer the sea. I got this point but for me in this movie, that value just played as a background.

This movie also remind me about animals (because a chicken also was accompanied Moana in her journey. Also the grandma became a stingray!). Oftentimes I’m afraid to touch animals, even a pet. But I want to learn to love them. They’re beautiful and unique. Everything He made on this world are all unique and amazing. Good job!

And of course, nature. We have to make the ecosystem stable so we could live here peace and comfortable. Nature and all the living things are part of sustainable life. They support human’s life and they have rights to live their own life.

Speaking about rights, is there a rights for animals or plants?

If Moana about human with nature relationship, Coco was about human relationship.

From my perspective, Coco was also about tradition, Mexican tradition. The writer tried to combine Mexican family tradition to the relationship between inner family itself. And the main tool of relationship is communication. If there’s a little miss communication one to another, what would the story gonna be?

And the writer put this line story started from a kid who pursued his dream but his family not allowed him to do his dream. His dream was a curse for his entire family.

Music as the dream of the kid and humor added in this movie made its alive. Also with the great colorful and full of fantasy animation. I never know that life after death could be so alive like a normal life. But still, some strange things out of my mind like skeletons body after death and some of dead man had colorful animal bodyguards, which is I never thought that life after death could be like that. So full of imagination.

Yes! Moana and Coco has a cultural background for their stories. But for me, Coco made a good job to make Mexican culture more deeply involve in the story and full of imagination. From the story line, imagination and animation, I would give a trophy to Coco. Can’t say no more, all of those made Coco a great story. Awesome!

 

 

Ps.:

If you have any other thoughts about these both movies, please let me know! πŸ˜‰

 

Apa yang Kamu Lakukan Saat di Kereta?

Adventures, All about Indonesia, Life, Thoughts

Termenung di dalam kereta yang menyesakkan di pagi hari itu bisa menyenangkan.

Momen di mana sunyi menghinggapi perjalanan panjang berangkat bekerja.

Memperhatikan jalanan dan aktivitas pagi hari para pegiat di pagi hari dari kaca jendela kereta.

Mengikuti dan menyusuri arah ujung dari suatu jalan yang berada tepat di sisi jalur kereta. “Ke mana kah ujung akhir dari jalan itu?” Sesekali dalam benak bertanya dengan gemas karena keingintahuan.

Juga nampak taman dan lahan-lahan kosong yang ditumbuhi oleh banyak pepohonan.

Matahari pun turut memeriahkan pagi dengan sinarnya hingga pagi terasa bersinar.

 

Atau bahkan teringat akan momen pagi hari sebelum berangkat bekerja.

Keributan pagi hari saat siap-siap untuk bekerja. Ada Mama yang memasak. Namun kemudian ada yang akhirnya jadi marah-marah karena suatu hal sepele. Ada yang mengambek dan jadinya tidak bawa bekal. Ada yang tidak banyak berkata namun berpikir dan menyimpannya dalam benak dan hati sendiri.

“Aku seharusnya tadi bertindak begini ya saat mama sedang kesal tadi,” pikirku memikirkan suatu tindakan yang lebih baik dibanding mengambek dan acuh tak acuh.

 

Dan juga memikirkan hal manis..

Memikirkan dia dan mengkhayal menghabiskan waktu dengannya.

Juga memikirkan mimpi-mimpi yang ingin diraih. Memikirkan dan merencanakan langkah-langkah yang akan diambil dalam rangka mewujudkan yang dicita-citakan.

 

Saat akhirnya kereta sampai di stasiun terakhir yang menjadi tujuan hampir dari seluruh penumpang, jarak antara penumpang satu dengan lainnya yang memang sedari awal sudah menempel menjadi semakin menempel dan ada tekanan yang condong ke satu arah.

Pintu. Pintu untuk keluar dari kereta.

Semua bersiap untuk segera keluar duluan.. fokus kembali.. dan yak! Siap memulai petualangan kerja masing-masing.

Tertahan

Thoughts

Aku pusing sekali.

Ingin melakukan sesuatu, namun pikiran-pikiran yang ada di kepalaku menahanku.

Aku harus tenang.

Aku bisa. Aku bisa meraih apa yang aku ingin capai.

 


 

Aku harus berlari kemana?

Banyak sekali yang ingin aku lakukan.

Namun seringkali terhalang.

Oleh diriku sendiri yang tertahan dalam kamarku.

Mereka tidak tahu.

Mereka tak mengerti.

Ku berlari keluar untuk mencari ketentraman.

Hijau dedaunan dan rintik-rintik hujan membuatku merasa lebih tenang.

Aku harus keluar.

Aku harus berekspresi.

Your Support is Everything..

Thoughts

My life much better now, really I am.

 

Akhir-akhir ini Metro TV menayangkan tayangan-tayangan yang bertemakan dimensia terkait dengan mempromosikan ajang Film Festival Eagle Awards yang mengangkat tema dimensia, suatu penyakit berkaitan dengan hilangnya ingatan. Penyakit ini biasa diidap oleh orang yang sudah tua berumur 60 tahunan ke atas. Dan hal ini tentu mengingatkan aku akan ibuku yang tahun ini sudah memasuki umur 63 tahun.

Cuplikan informasi yang ditayangkan oleh Metro TV juga memperlihatkan bagaiamana sosok penderita benar-benar lupa akan sesuatu. Bahkan pada fungsi kecap rasa manis, asam, dan asin mereka bisa lupa dan tidak merasakannya ketika diuji coba.

Kalau mamaku.. dia suka lupa menaruh barang di mana dan aku yang menjadi pengingatnya. Aku tidak tahu apakah ini termasuk gejala dimensia ringan atau bagaimana, tapi sepertinya ibuku belum sepikun orang-orang lain yang mengidap penyakit dimensia.

Dan semakin lama semakin hari wajah ibuku terlihat lesu dan tidak segar seperti dahulu. Atau mungkin sekarang sedang banyak yang dipikirkan jadi wajahnya terlihat kuyu. Aku pikir sepertinya begitu.

Aku sudah mulai beranjak dewasa, aku semakin mandiri. Aku semakin sibuk mengejar cita-cita dan pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Di sisi lain ibuku semakin menua, semakin lemah, dan sering sakit.

Ada saat di mana aku tetap ingin ibuku mandiri akan dirinya sendiri dan membiarkan ia melakukan segala sesuatu sendiri sehingga aku menjadi keras terhadapnya. Namun tetap saat aku sudah tidak dengan kegiatan dan aktivitasku, aku akan kembali untuk menemaninya di rumah (karena ia takut sendirian di rumah, hihi).

Namun, apabila tiba-tiba ibuku mengalami dimensia? Pada awalnya pasti aku tidak tahu harus berbuat apa dan pasti akan sangat merindukannya.

Mengalami penyakit dimensia atau tidak, ia ibuku tetap butuh perhatianku dan kasih sayang dari puterinya ini. Aku harap walau aku akan semakin sibuk nantinya, tetap ada waktu untuk memberi perhatian dan memberikan senyuman gemashhh padanya. Karena aku sering kali merasa gemas dengan tingkah ibuku, haha.

Berkaca dari hal ini, aku pun merefleksikan kejadian ini pada diriku sendiri. Β Dahulu aku sering menangis karena merasa tidak punya teman dan tidak bisa bergaul dengan baik dengan teman-teman sekelilingku. Aku memiliki ketakutan terhadap orang yang aku rasa dari segala sisi β€˜lebih’ dibanding dengan diriku. Dari segi psikologi, aku merasa depresi dan tertekan.

Namun untungnya kini aku memiliki lingkungan yang suportif dan mengerti akan diriku. Aku merasa sangat bersyukur. Dan pada akhirnya, aku bisa berekspresi lebih baik di lingkunganku.

Aku tidak akan pernah memahami mengenai hal ini jika aku tidak mengalaminya sendiri. Dan untungnya aku diberikan jalan keluarnya. Sehingga mulai saat ini, jika ada hal-hal psikologis seperti ini terjadi pada orang-orang sekelilingku, aku berusaha memahaminya dan memberikan semangat. Karena.. sadar atau tidak, setiap orang pasti ingin diberikan perhatian dan kasih sayang, agar tentunya dapat terus bersemangat dan tersenyum dalam hidupnya, dapat berkehidupan dengan baik.