Let Me Tell You My Plan




This is my first day of waking up on 4 AM to start all of my activities for the whole day. I am super excited about that and now the time is already ticking at 5:06 AM.

It was a quick passing by. First I wash my hand and my face. Then I brush my teeth. Teeth or tooth? Ah, I’m searching now abut that on Google.

Okay! I got the answer. Tooth is for singular and teeth is for plural.

Actually I already knew about that but I was not sure which is the singular and which is the plural.

While I was searching about that I also found another word.

  • Foot -> singular
  • Feet -> plural

I just realize about those words. I already knew about ‘foot’ and ‘feet’. But I didn’t realize those words mean for singular and plural.

And let me tell you about this plan. I mean like waking up early morning and so on.

I have dreams that I want to chase. I want to go to college again to get my master. So the first thing I have to do is waking up early.

I have a job from 9 AM – 5 PM. After work hours, sometimes it is difficult for me to prepare what I want to chase and built myself with a lot great activities, such reading, do some sports, cooking or even search about my college.

So this is really a refreshing action before I start my day with work.

Sometimes I feel really fresh mind on Monday before I start my work. It is because I spent well my days on the weekend with refreshing activities beside my job.

And now, I will keep this good stuff everyday and stay productive. Waking up early.. and do many things that I love πŸ˜‰



Wish me luck!




Aku pusing sekali.

Ingin melakukan sesuatu, namun pikiran-pikiran yang ada di kepalaku menahanku.

Aku harus tenang.

Aku bisa. Aku bisa meraih apa yang aku ingin capai.



Aku harus berlari kemana?

Banyak sekali yang ingin aku lakukan.

Namun seringkali terhalang.

Oleh diriku sendiri yang tertahan dalam kamarku.

Mereka tidak tahu.

Mereka tak mengerti.

Ku berlari keluar untuk mencari ketentraman.

Hijau dedaunan dan rintik-rintik hujan membuatku merasa lebih tenang.

Aku harus keluar.

Aku harus berekspresi.



Senangnya melihat Gong Yoo Ahjussi!! KYAA!Β πŸ˜†πŸ˜„πŸ˜


Pagi ini adalah momen pertama kalinya aku mengalami kejadian lunglai karena kelelahan sehabis berolahraga. Sepertinya hampir pingsan.

Kemarin malam tidak makan dan pagi ini hanya meminum segelas air putih langsung pergi untuk berolahraga karena kemarinnya tidak banyak melakukan aktivitas dan tidur 😦 Awalnya nggak kenapa-kenapa saat aku melakukan aktivitas olahragaku. Namun saat aku berjalan menuju parkiran motor untuk pulang, di situ aku merasa sedikit ngilu badannya dan tidak kuat untuk berdiri. Aku bergegas mencari tempat di pinggiran untuk duduk dan menyandarkan diri ke tiang. Ini sepertinya karena aku tidak makan jadi seperti ini. Kemudian aku bangkit lagi, bergegas ke arah motorku karena ku pikir aku harus segera pulang. Setelah berjalan beberapa meter aku pun kembali goyah dan duduk di pinggiran. Badanku terasa tidak enak sekali dan aku merasa aku sakit. Aku pun sudah gelisah sekali dan lemas sekali di pinggir jalan namun tak ada satu pun orang yang lewat mencoba bertanya ‘Ada apa? Ada yang bisa dibantu?’ Saat itu berharap ada seseorang yang menolongku. Aku merasa sangat tidak berdaya dan langsung terpikir untuk mengadu kepada seseorang yang entah mengapa langsung dia yang ada dalam benakku.

Yak, tidak ada yang menolong dan aku harus berusaha sendiri untuk mencari pertolongan. Aku tidak bisa pulang sekarang karena tidak cukup kuat dan harus segera mencari orang yang bisa membantuku membelikan air putih dan roti. Aku pun kembali ke gerbang mall tempatku berolahraga karena di sana ada satpam yang pasti bisa menolongku dan jaraknya juga tidak terlalu jauh. Berusaha tegap berjalan namun sangat sangat.. lunglai dan kakiku tidak kuat berdiri. Pandanganku juga mulai kabur. Aku berjokok di tengah jalan untuk mengumpulkan energi kemudian aku berjalan lagi sampai akhirnya aku meminta bantuan pada pak satpam.

Aku langsung duduk di lantai dan bersenderan dengan mengaduh kesakitan. Akhirnya si pak satpam memanggil rekannya terlebih dahulu untuk berganti berjaga, sementara ia membelikan aku minuman dan roti. Sambil menunggu aku mengeluarkan baju cadangan dari tas untuk menutup wajahku. Aku mengaduh namun sambil menguap juga. ‘Haha!’ Aku tertawa dalam hati karena di saat kesakitan seperti ini aku masih saja sempat untuk menguap. Kakiku juga kesemutan jadi ku lepaslah sepatuku agar badanku lebih rileks.

Akhirnya banyak satpam yang berkumpul melihat keadaanku. Satu satpam menyarankanku untuk bangun dan beristirahat di pos basecamp mereka. Aku mencoba kuat untuk bangun dan mengikuti arah mereka pergi. Dalam masih keadaan lunglai aku berjalan sendiri namun ternyata tidak kuat dan aku berusaha menggapai satpam yang ada di depanku untuk mencari pegangan. Akhirnya aku dipapah, namun setelah berjalan beberapa meter aku kembali tidak kuat dan akhirnya berjongkok di tengah jalan.

Minuman dan rotiku akhirnya datang! Mereka menyarankan aku untuk bangun kembali, berpindah ke tempat yang adem dan tidak di tengah jalan. Aku mencoba berjalan kembali. Dan akhirnya aku duduk tergeletak di rumput dan menyeruput teh manis hangat yang diberikan padaku. Rasanya nikmat.. sekali. Aku juga diberikan roti tapi pada awalnya aku merasa ogah-ogahan untuk memakannya karena tidak selera untuk makan. Namun akhirnya aku memakannya juga sedikit demi sedikit.

Kemudian datanglah lagi sebuah kursi roda yang memang dari awal diniatkan oleh bapak-bapak satpam digunakan untuk membawaku ke basecamp mereka. Aku pun duduk di sana dan dibawa ke basecamp. Ini pertama kalinya aku menggunakan kursi roda!

Merasa agak kikuk dengan bapak-bapak satpam karena sudah dibuat repot olehku. Apalagi saat aku didorong dengan kursi roda. Dan pandanganku sudah tidak kabur lagi. Terima kasih telah menolongku!

Ayahku pun akhirnya datang dan kami makan bakso setelahnya.


Ini adalah pengalaman yang unik buatku karena sama sekali aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dan jadinya tahu bagaimana rasanya orang lemas kalau mau pingsan. Setidak berdaya itu dan semua badan lemas, lunglai.

Jadi.. Tidak boleh telat makan ATAU PUN tidak makan. Makan harus 3x sehari dan bergizi, yak!!!

Your Support is Everything..


My life much better now, really I am.


Akhir-akhir ini Metro TV menayangkan tayangan-tayangan yang bertemakan dimensia terkait dengan mempromosikan ajang Film Festival Eagle Awards yang mengangkat tema dimensia, suatu penyakit berkaitan dengan hilangnya ingatan. Penyakit ini biasa diidap oleh orang yang sudah tua berumur 60 tahunan ke atas. Dan hal ini tentu mengingatkan aku akan ibuku yang tahun ini sudah memasuki umur 63 tahun.

Cuplikan informasi yang ditayangkan oleh Metro TV juga memperlihatkan bagaiamana sosok penderita benar-benar lupa akan sesuatu. Bahkan pada fungsi kecap rasa manis, asam, dan asin mereka bisa lupa dan tidak merasakannya ketika diuji coba.

Kalau mamaku.. dia suka lupa menaruh barang di mana dan aku yang menjadi pengingatnya. Aku tidak tahu apakah ini termasuk gejala dimensia ringan atau bagaimana, tapi sepertinya ibuku belum sepikun orang-orang lain yang mengidap penyakit dimensia.

Dan semakin lama semakin hari wajah ibuku terlihat lesu dan tidak segar seperti dahulu. Atau mungkin sekarang sedang banyak yang dipikirkan jadi wajahnya terlihat kuyu. Aku pikir sepertinya begitu.

Aku sudah mulai beranjak dewasa, aku semakin mandiri. Aku semakin sibuk mengejar cita-cita dan pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Di sisi lain ibuku semakin menua, semakin lemah, dan sering sakit.

Ada saat di mana aku tetap ingin ibuku mandiri akan dirinya sendiri dan membiarkan ia melakukan segala sesuatu sendiri sehingga aku menjadi keras terhadapnya. Namun tetap saat aku sudah tidak dengan kegiatan dan aktivitasku, aku akan kembali untuk menemaninya di rumah (karena ia takut sendirian di rumah, hihi).

Namun, apabila tiba-tiba ibuku mengalami dimensia? Pada awalnya pasti aku tidak tahu harus berbuat apa dan pasti akan sangat merindukannya.

Mengalami penyakit dimensia atau tidak, ia ibuku tetap butuh perhatianku dan kasih sayang dari puterinya ini. Aku harap walau aku akan semakin sibuk nantinya, tetap ada waktu untuk memberi perhatian dan memberikan senyuman gemashhh padanya. Karena aku sering kali merasa gemas dengan tingkah ibuku, haha.

Berkaca dari hal ini, aku pun merefleksikan kejadian ini pada diriku sendiri. Β Dahulu aku sering menangis karena merasa tidak punya teman dan tidak bisa bergaul dengan baik dengan teman-teman sekelilingku. Aku memiliki ketakutan terhadap orang yang aku rasa dari segala sisi β€˜lebih’ dibanding dengan diriku. Dari segi psikologi, aku merasa depresi dan tertekan.

Namun untungnya kini aku memiliki lingkungan yang suportif dan mengerti akan diriku. Aku merasa sangat bersyukur. Dan pada akhirnya, aku bisa berekspresi lebih baik di lingkunganku.

Aku tidak akan pernah memahami mengenai hal ini jika aku tidak mengalaminya sendiri. Dan untungnya aku diberikan jalan keluarnya. Sehingga mulai saat ini, jika ada hal-hal psikologis seperti ini terjadi pada orang-orang sekelilingku, aku berusaha memahaminya dan memberikan semangat. Karena.. sadar atau tidak, setiap orang pasti ingin diberikan perhatian dan kasih sayang, agar tentunya dapat terus bersemangat dan tersenyum dalam hidupnya, dapat berkehidupan dengan baik.

Hi. Perkenalkan, ini aku.


Aku memang orang yang perasa sekali.

Namun aku harus bisa mengontrolnya agar aku bisa berinteraksi dengan orang banyak dengan lebih mudah.

Di satu sisi kelemahanku ini menjadi keuntungan bagiku.. karena aku bisa mengungkapkan persaanku dengan benar-benar tulus.. dan menuangkannya, merangkainya dalam kata-kata.

Agar perasaan ini bisa ku bagi dengan lainnya…